Izinkan gue berteriak, "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!" Lega. Legaa banget. Segala persiapan selama empat bulan terakhir akhirnya tuntas tereksekusi dalam lima hari. Lepas dari sukses enggaknya acara biarlah gue percaya itu tetap akan jadi baik bila
Home
Archive for
2017
Tentang Anjing
Jadi gue habis liat video gitu, sejenis kompilasi kompilasi tentang banyak manusia-manusia yang menyelamatkan hewan. Banyak, ada yang menyelamatkan anjing dalem sumur, dalem tempat pembungan sampah, ada yang berenang ngembaliin anak paus yang
Just
Hari ini tadi gue UAS fisika. 42 soal dan gue cuma bisa 33, nggak yakin semua. Pulangnya, gue nyuci terus solat zuhur. Abis itu leyeh-leyeh ngeyoutube dan baca webtoon. Tadinya gue berniat untuk
[ODE DARI KYOTO]
[ODE DARI KYOTO] Tidak ada yang lebih anggun dari Kyoto bulan November. Dedaun pada pohonnya bersijingkat di kaki matahari tenggelam, seperti rambut Ichigo Kurosaki kata entah aku lupa siapa. Ah, tapi aku lebih
Blog to Vlog
Jujur deh, kalian pasti setuju kalo makin kesini, kalian makin jarang nonton televisi? Jujur lagi deh, kalian pasti setuju kalo makin kesini, kalian makin sering nonton Youtube? Wkwkw karena kita sama! (Ceritanya percaya
Aktivis: Produktif atau sekadar Sertif?
Entah kenapa belakangan ini aku semacam kehilangan semangat buat ngapa-ngapain. Rasanya maleeeeeess banget untuk mau ngerjain sesuatu. Seolah-olah sepanjang hari pengennya tidur doang, nonton anime sambil nunggu maghrib, bahkan malemnya pun males untuk
Kursus Bahasa Inggris English First di Bogor
Rasanya semua orang pasti udah tau deh, pentingnya memiliki kemampuan berbahasa asing, apalagi bahasa yang menjadi bahasa persatuan seluruh citizen yang ada di muka bumi ini, yaitu Bahasa Inggris. Nah, itu pula yang
UTS Olahraga dan Seni (PPKU IPB)
Sabtu kemarin (8/4), lapangan AHN alias Andi Hakim Nasution penuh dengan kaos abu-abu hejo (baca: seragam olahraga PPKU semester 2). Nggak lain enggak bukan gara-gara kemarinlah akhirnya UTS Orsen dilangsungkan. UTS orsen ini
Akhirnya aku kesampean beli novel karangan Eka Kurniawan lagi. Kali ini judulnya, "O". Setelah sebelumnya cuma bisa ngelus-ngelus itu novel di toko buku. Enggak lain enggak bukan karena harganya yang bikin sesek napaaas😭😭. Seratus ribu lebih, 124ribu apa kalo ga salah. Menurut aku harga segitu untuk novel Indonesia kemahalan bangetttt (tdq nasionalis wkw😅). Ya kan kalo novel impor masih wajar gitu kan, bahasa inggris langsung karya si penulisnya langsunggg tanpa edit-edit, tanpa terjemah-terjemah kaku tanpa keindahan diksi, lah ini kalo indonesia kan segitu bisa untuk beli 2 buku normal sekalian hehehe. Tapi akhirnya rejeki itu datang, harbolnas kemarin (Hari Belanja Online Nasional, 12 Desember 2016), novel O aku sanggup beli karna dapet potongan 70%. GILAKANN, TUJUH PULUH PERSEN TJOY! Tapi ternyata buku2 yang aku pesen di harbolnas itu datengnya super lamaa, dan baru tiba menjelang UAS kemaren. Nggak mungkin kan orang-orang yang lain pada belajar aku malah baca novel😅. Jadinya, semua novel malah aku bawa liburan.
Dan yes singkatnya, tadi siang aku baru namatin O karya Eka Kurniawan. Dan entah kenapa kepikiran aja gitu mau sok sokan review. Padahal bukan pengamat.
“Cinta dan ketololan seringkali hanya masalah bagaimana seseorang melihatnya” (hlm. 216)
Kenapa Pengen Banget Punya Novel O
Sebenernya sederhana, karena itu Eka Kurniawan, dan karena itu O (wkwkek apesih😂). Aku pertama kali baca tulisannya Eka Kurniawan itu yang judulnya Corat-Coret di Toilet, waktu itu dapet gratis karna dihadiahkan seorang teman hehe. Dan dari buku itu aku langsung jatuh cinta sama Eka Kurniawan. Suka banget gaya menulisnya yang bebas tapi tajaaam. Kena banget gitu. Terus ada Lelaki Harimau, tapi sumpah yang itu licin paraaah, gue ngerasa terlalu kecil buat review lalala-nya
. Dan untuk novel O kali ini karena emang hebat banget sih marketingnya. Judulnya cuma satu huruf. Bahkan banyak yang bingung itu bacanya O atau nol atau kosong atau bulet wkwk. Dannn, sinopsisnya cuma satu kalimat;
Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.
Udahh, gitu doang. Mungkin seharusnya orang biasa malah jadi males kan, karena covernya yang childish abis gitu. Tapi kalo kamu udah tau Eka Kurniawan, pasti justru dibuat mati penasaran. Pengen tau apa yang sebenernya yang dimaksud Eka dibalik Seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut-nya.
Dan yes singkatnya, tadi siang aku baru namatin O karya Eka Kurniawan. Dan entah kenapa kepikiran aja gitu mau sok sokan review. Padahal bukan pengamat.
“Cinta dan ketololan seringkali hanya masalah bagaimana seseorang melihatnya” (hlm. 216)
Kenapa Pengen Banget Punya Novel O
Sebenernya sederhana, karena itu Eka Kurniawan, dan karena itu O (wkwkek apesih😂). Aku pertama kali baca tulisannya Eka Kurniawan itu yang judulnya Corat-Coret di Toilet, waktu itu dapet gratis karna dihadiahkan seorang teman hehe. Dan dari buku itu aku langsung jatuh cinta sama Eka Kurniawan. Suka banget gaya menulisnya yang bebas tapi tajaaam. Kena banget gitu. Terus ada Lelaki Harimau, tapi sumpah yang itu licin paraaah, gue ngerasa terlalu kecil buat review lalala-nya


Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.
Udahh, gitu doang. Mungkin seharusnya orang biasa malah jadi males kan, karena covernya yang childish abis gitu. Tapi kalo kamu udah tau Eka Kurniawan, pasti justru dibuat mati penasaran. Pengen tau apa yang sebenernya yang dimaksud Eka dibalik Seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut-nya.
“Kata Tetua Monyet, Kau Hidup
terlalu tua sampai tak bisa melihat selalu ada banyak jalan untuk segala
sesuatu” (hlm. 233)
Donasi untuk Masjid Indonesia Tokyo
Sekitar dua minggu yang lalu, aku dapat kiriman dari seorang teman melalui instagram (masih bebas main ig). Isi kirimannya tentang proses pembangunan Masjid Indonesia Tokyo yang ternyata butuh bantuan dana agar benar-benar dapat
Fowkes.
So today I decided to say good bye to instagram. For a year (perhaps). Sebenernya engga ada alasan khusus. Waktu UAS kemaren udah sempet nyoba, dan yes, rasanya keren banget. Nah, kebetulan kemaren
Arti NIM, Daftar Fakultas, Rincian Cluster dan Mata Kuliah Mahasiswa PPKU alias TPB di IPB
Ngomong-ngomong soal mahasiswa baru, pasti kita semua setuju sebagian besar dari ‘mereka’ adalah anak-anak fresh graduate (from high school) pada tahun tersebut. Hanya sebagian saja yang merupakan lulusan SMA tahun sebelumnya. Tentunya, bagi
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)